Merawat Tali Pusat Bayi Baru Lahir

Merawat Tali Pusat Bayi Baru Lahir

Ketika dalam kandungan, bayi akan mendapatkan gizi dan oksigen dari dalam darah Bunda melalui plasenta yang tersambung oleh tali pusat yang panjangnya sekitar 60-70 cm. Namun setelah lahir, bayi tidak membutuhkan lagi tali pusat yang selama ini membantunya bernapas serta mendapatkan nutrisi. Pasalnya, kebutuhan si Kecil kini sudah bisa disediakan langsung oleh Bunda. Maka dari itu, dokter atau bidan akan memotong tali pusat bayi yang masih terhubung dengan Bunda sekitar 2-3 cm.

Meskipun terlihat mudah dalam merawat tali pusat bayi, namun ternyata masih banyak orangtua baru yang kesulitan saat merawatnya hingga benar-benar lepas atau puput.

Nah, berikut langkah-langkah yang tepat merawat tali pusat bayi hingga terlepas dengan sendirinya.

  1. Menjaga tali pusat tetap bersih

Tidak perlu membasuh tali pusat dengan alkohol. Cukup bersihkan dengan air, itu pun jika tali pusat kotor. Mengeringkannya juga harus menggunakan kain yang lembut atau mengipasinya hingga kering. Sebelum melakukan perawatan tali pusat bayi, jangan lupa untuk mencuci tangan Bunda terlebih dahulu.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa tali pusat kemungkinan lebih cepat sembuh jika dibiarkan saja. Membasuhnya dengan alkohol, sabun, atau cairan antiseptik justru dapat mengiritasi kulit di sekitar tali pusat dan membuatnya sembuh lebih lama. Hindari juga memberikan minyak, bedak, jamu, atau obat herba tertentu di sekitar tali pusat.

  1. Menjaga tali pusat tetap kering

Biarkan tali pusat dalam kondisi terbuka tanpa ditutup dengan kasa kering maupun tertutup popok. Saat memakaikan popok bayi, usahakan tali pusat tidak tertutup popok. Hal ini bertujuan agar tali pusat tidak terkena air seni dan tinja bayi yang dapat menyebabkan infeksi.

Bayi juga perlu mengenakan pakaian berbahan lembut dan menyerap keringat, sehingga menciptakan sirkulasi udara dengan baik di kulitnya. Hindari juga memakaikan baju model bodysuit (yang menutupi seluruh tubuh) pada Si Kecil.

  1. Biarkan tali pusat terlepas secara alami

Membiarkan tali pusat terlepas dengan sendirinya adalah salah satu cara perawatan tali pusat yang benar. Jangan memaksakan untuk melepas tali pusat dengan menariknya. Hal tersebut dapat menyebabkan perdarahan dan infeksi.

Selama tali pusat masih menempel, mandikan bayi dengan cara membasuh badannya menggunakan washlap atau spons mandi. Hindari merendam bayi di dalam bak mandi. Setelah tali pusat puput, bayi baru boleh dimandikan di dalam bak.

Bunda tak perlu khawatir jika melihat perubahan warna pada tali pusat bayi selama proses penyembuhannya. Di masa awal setelah bayi dilahirkan, tali pusat biasanya berwarna kekuningan dan mengkilap. Seiring waktu, tali pusat akan mengering dan menyusut sampai akhirnya puput. Biasanya warna tali pusat akan menjadi cokelat, abu-abu, keunguan, kebiruan, lalu menjadi hitam.

Ketika tali pusat puput, mungkin akan ada sedikit darah di pusat Si Kecil. Jangan khawatir, ini juga hal normal. Selain itu, terkadang ada cairan bening atau kuning dan sisa jaringan di pusat yang disebut umbilical granulomas. Cairan ini dapat hilang dengan sendirinya.

Kondisi yang perlu diwaspadai dan perlu penanganan dokter adalah jika tali pusat bayi menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti:

  • Nanah di tali pusat.
  • Demam.
  • Kulit di sekitar area tali pusat bengkak dan berwarna kemerahan.
  • Tali pusat berwarna kekuningan atau berbau tidak sedap.
  • Tali pusat mengalami perdarahan yang banyak dan terus-menerus.
  • Bayi menangis setiap kali tali pusat atau kulit di sekitarnya tersentuh.

Periksakan Si Kecil ke dokter anak jika tali pusatnya belum puput setelah 3-6 minggu. Ini bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan, seperti infeksi atau gangguan sistem kekebalan tubuh.

Perawatan tali pusat bayi baru lahir umumnya tidak terlalu sulit, hanya saja diperlukan kesabaran dalam merawatnya sampai tali pusat benar-benar puput. Jangan pernah memaksa melepasnya meskipun sudah tampak sembuh. Yang terpenting adalah merawat tali pusat bayi dengan benar, sehingga pelepasan tali pusat dan penyembuhannya bisa lebih cepat.

Semangat untuk terus belajar ya Bunda. Terus belajar untuk menjadi Bunda terbaik bagi si Kecil ya!

 

Rahmah Yasinta Rangkuti, Sp. A
Dokter Spesialis Anak RS Pura Raharja

0 Komentar

Agenda / Event

25
Jan
06:00 - Monday, 25 Jan 2021

Hari Gizi Nasional

4
Feb
06:00 - Thursday, 4 Feb 2021

Hari Kanker Sedunia

Kategori

Site Statistics

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 4
  • Page views today : 11
  • Total visitors : 19,647
  • Total page view: 44,381
Open chat
Ada yang bisa kami bantu?