Mitos dan Fakta Diabetes Mellitus

Mitos dan Fakta Diabetes Mellitus

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak diidap oleh masyarakat Indonesia, terutama yang beursia lanjut usia. Di masyarakat banyak sekali hal yang beredar mengenai informasi seputar Diabetes Mellitus yang mungkin bisa jadi Mitos, lalu Faktanya seperti apa? Yuk mari kita simak penjelasan berikut ya..

  1. Mitos: “Diabetes bukan masalah besar.”

Fakta: Jika dibiarkan tidak diperiksa, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius dan menyebabkan kematian lebih cepat dari seharusnya. Diabetes adalah salah satu dari 8 penyakit utama yang mengakibatkan kematian pada orang dewasa. Menderita diabetes memperbesar kemungkinan 2 kali lebih besar terkena serangan jantung. Diabetes adalah penyebab utama kebutaan, gagal ginjal, amputasi tungkai bawah, dan beberapa akibat jangka panjang yang membuat mutu hidup menjadi lebih rendah.

 

  1. Mitos: “Orang dengan diabetes harus melakukan diet khusus.”

Fakta: Diet makanan sehat bermanfaat bagi siapapun, termasuk orang dengan diabetes. Pola makanan sehat harus mengandung biji-bijian, sayuran dan buah, menghindari lemak trans, dan membatasi lemak larus dan karbohidrat olahan, terutama gula.

 

  1. Mitos: “Makanan ‘ramah diabetes’ dan ‘bebas gula’ baik bagi penderita diabetes.”

Fakta: Makanan bebas gula kerap mengandung sejumlah kalori dan gula bahkan karbohidrat. Jadi mulailah membaca dengan teliti label makanan. Ingat, kata-kata ‘natural’ atau ‘asli alami’ tidak selalu berate aman. 

 

  1. Mitos: “Penyandang diabetes tidak dapat menyumbangkan darah.”

Fakta: Penyandang diabetes tetap dapat menyumbangkan darah (donor darah) selama kadar gula darahnya terkendali.

 

  1. Mitos: “Perempuan penyandang diabetes sebaiknya tidak hamil.”

Fakta: Dengan control atau pengendalian gula darah yang baik, perempuan penyandang diabetes tetap dapat mengandung dan melahirkan bayi yang sehat.

 

  1. Mitos: “Diabetes pada ibu hamil tak perlu dianggap serius karena akan menghilang begitu melahirkan.”

Fakta: Pada 50-70% ibu hamil yang memiliki diabetes (diabetes gestational) saat mengandung, dia berisiko menderita diabetes tipe 2 dalam waktu 5-10 tahun setelah melahirkan. Jika diabetes dibiarkan tanpa pengobatan, anak-anak yang lahir dari ibu yang menderita diabetes selama hamil berisiko menderita diabetes tipe 2 di usia dewasa. Diabetes gestational harus mendapat perhatian serius dan pengobatan.

 

  1. Mitos: “Penggunaan insulin saat hamil dapat memberi dampak buruk bagi bayi.”

Fakta: Insulin tidak memberi dampak buruk pada bayi, malah kadar gula yang tinggi bisa memberi dampak buruk pada bayi. Hanya sedikit sekali insulin yang memasuki plasenta (dbandingkan tablet oral) sehingga aman digunakan untuk mengendalikan akdar glukosa dalam darah selama kehamilan karena pola makan dan olahraga saja tidak cukup. 

 

  1. Mitos: “Penyandang diabetes dapat makan gandum tetap tidak dapat makan nasi.”

Fakta: Tidak benar. Baik gandum maupun nasi mengandung kadar karbohidrat (-70%) dan indeks glikemi yang sama. Keduanya meningkatkan kadar gula secara sama. Dengan porsi terbatas, keduanya dapat dikonsumsi.

 

80% Penyakit jantung, stroke dan diabetes tipe 2 dapat dicegah 1 dari 11 orang dewasa menderita diabetes di 2015.

Nah, sekarang sudah paham kan mitos dan fakta seputar diabetes? Yuk mulai diterapkan, karena Diabetes Mellitus adalah penyakit yang dapat dicegah.

 

Ganjar Adityo Permadi, Sp. PD

Dokter Spesialis Penyakit Dalami RS Pura Raharja

 

Sumber : Direktorat Jenderal P2PTM Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

0 Komentar

Agenda / Event

3
Dec
05:00 - Thursday, 3 Dec 2020

Hari Disabilitas Sedunia

22
Dec
05:00 - Tuesday, 22 Dec 2020

Hari Ibu

Kategori

Site Statistics

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 4
  • Page views today : 4
  • Total visitors : 12,210
  • Total page view: 27,481
Open chat
Ada yang bisa kami bantu?