Seperti apa jenis kontraksi pada kehamilan? Yuk ketahui jenis-jenisnya..

Seperti apa jenis kontraksi pada kehamilan? Yuk ketahui jenis-jenisnya..

Kontraksi tidak hanya dialami saat menjelang persalinan. Dalam beberapa kasus, ada pula ibu hamil alami kontraksi ketika usia kandungannya belum matang.  Nah, agar dapat mengetahui cara penanganan secara tepat maka perlu bagi para calon Ibu untuk mengetahui jenis-jenis kontraksi ketik apada masa kehamilan.

Ada berapa jenis kontraksi ibu hamil? Apa penyebab kontraksi?

Jenis Kontraksi Kehamilan

Saat hamil, dinding rahim ikut membesar sesuai pertumbuhan janin dan menjadi jauh lebih peka terhadap setiap rangsangan yang diterima. Gerakan ibu hamil yang dilakukan secara tiba-tiba juga bisa menyebabkan kontraksi pada dinding rahim.

Untuk lebih lengkapnya, berikut jenis-jenis kontraksi saat hamil yang perlu Anda persiapkan.

Kontraksi Dini

Umumnya, kontraksi dini terjadi di awal kehamilan Anda, yaitu pada trimester pertama. Kontraksi dini terjadi karena tubuh Anda masih dalam proses penyesuaian akibat berbagai perubahan yang terjadi saat hamil.

Secara keseluruhan, kontraksi dini dapat dikatakan normal. Namun, satu hal yang perlu diwaspadai yakni bila kontraksi dan rasa sakit tidak kunjung mereda, terutama jika disertai dengan munculnya bercak darah. Segera pergi ke rumah sakit atau unit kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan yang tepat.

Kontraksi Palsu

Pada bulan keempat usia kehamilan, Anda mungkin mulai merasa rahim Anda berkontraksi dari waktu ke waktu. Kondisi ini disebut dengan kontraksi palsu atau Braxton Hick. Biasanya jenis kontraksi yang satu ini jarang terjadi dan tidak konsisten. Mengapa demikian? Karena ini merupakan salah satu cara tubuh Anda mempersiapkan otot-otot rahim untuk hari persalinan nanti. Berikut gejala yang mungkin Anda alami saat kontraksi palsu:

  • Rasa janggal di bagian perut.
  • Terasa tidak nyaman di waktu tertentu.
  • Terjadi pada usia kehamilan masih muda.
  • Perut akan terasa lebih kencang dari biasanya.
  • Kontraksi palsu biasanya tidak menimbulkan rasa sakit.

 

Jenis kontraksi palsu tidak akan bertahan lama dan tidak menyebabkan perubahan pada mulut rahim atau serviks Anda. Kontraksi palsu dapat terjadi saat Anda lelah, dehidrasi, atau terlalu banyak beraktivitas dan bisa berangsur pulih jika Anda mengubah pola hidup Anda.

Nyeri perut yang dirasakan pada kontraksi palsu mirip seperti kram ketika menstruasi. Anda dapat berendam air hangat untuk meredakan kram dan nyeri di bagian perut. Namun, perlu diingat bila kontraksi ini semakin terasa kuat dan interval semakin pendek, bisa jadi ini memang pertanda bahwa waktu persalinan Anda sudah dekat.

 

Kontraksi Saat Berhubungan Intim

Saat konsultasi tentang kehamilan Anda, dokter kandungan mungkin akan memberi peringatan kepada Anda dan pasangan untuk tidak melakukan hubungan intim sementara waktu. Biasanya Anda dan pasangan diminta untuk tidak berhubungan intim sampai usia kandungan sudah memasuki bulan ke-4 dan kembali menghentikan aktivitas tersebut pada bulan ke-8.

Hal tersebut didasari oleh sperma yang di dalamnya mengandung hormon prostaglandin. Hormon prostaglandin sering disebut dapat memicu kontraksi pada rahim ibu hamil, sehingga sangat dikhawatirkan terjadi keguguran atau persalinan bayi prematur.

 

Kontraksi Persalinan Prematur

Persalinan prematur adalah persalinan yang terjadi sebelum usia kandungan memasuki minggu ke-37 atau jauh lebih awal dari jadwal persalinan yang sudah diperkirakan bersama dokter kandungan.

Salah satu jenis kontraksi saat hamil adalah kontraksi persalinan prematur, di mana ibu hamil mengalami kontraksi secara konsisten sebelum usia kehamilan menyentuh minggu ke-37. Pola kontraksi persalinan prematur terjadi secara konstan setiap 10 sampai 12 menit selama lebih dari satu jam. Anda mungkin mengalami kontraksi prematur bila mengalami gejala tersebut. Selama kontraksi terjadi, di seluruh bagian perut Anda akan terasa sakit bila disentuh. Seiring dengan rahim Anda yang semakin kencang, Anda mungkin akan mengalami:

  • Kram di bagian perut.
  • Punggung terasa sakit atau nyeri.
  • Terasa ada tekanan di bagian perut.
  • Terasa ada tekanan di bagian pinggul.

 

Ini menjadi tanda bahwa Anda harus segera menghubungi dokter, terutama jika disertai dengan perdarahan dari vagina, diare, atau semburan cairan encer yang kemungkinan menandakan pecahnya air ketuban. Beberapa faktor lain yang berisiko menyebabkan kontraksi persalinan prematur antara lain:

  • Kehamilan kembar.
  • Tingkat stres yang tinggi.
  • Pecandu rokok atau pengguna narkoba.
  • Pernah mengalami kelahiran prematur sebelumnya.
  • Kondisi rahim yang abnormal, serviks, atau plasenta.
  • Kurang atau kelebihan berat badan sebelum masa kehamilan.
  • Tidak mendapat perawatan yang tepat selama masa kehamilan.

 

Kontraksi Inersia

Jenis kontraksi saat hamil yang berikutnya adalah kontraksi inersia. Kontraksi ini sering terjadi pada ibu dengan persalinan lemah dan tidak sesuai dengan fase seharusnya. Kontraksi inersia disebabkan karena adanya kelainan pada fisik ibu yang mengandung, seperti kurang nutrisi, kurang gizi, atau anemia selama masa kehamilan. Kontraksi inersia dibagi menjadi dua tingkatan, yaitu:

  1. Kontraksi inersia primer, terjadi ketika ibu hamil tidak mengalami kontraksi sama sekali saat persalinan.
  2. Kontraksi inersia sekunder,terjadi ketika ibu hamil mengalami kontraksi normal, konstan, dan kuat, tetapi tiba-tiba kontraksi hilang begitu saja.

 

Kontraksi Persalinan Sesungguhnya

Inilah kontraksi persalinan yang sesungguhnya dan normal bila dialami saat menjelang proses persalinan, karena sudah sewajarnya ibu hamil mengalami jenis kontraksi persalinan ini. Kontraksi ini menyebabkan pembukaan mulut rahim atau serviks. Biasanya kontraksi persalinan berlangsung selama 3 kali dalam waktu 10 menit dengan durasi sekitar 20 hingga 40 detik. Semakin lama, frekuensinya pun semakin meningkat, yakni lebih dari 5 kali hanya dalam waktu 10 menit.

Kontraksi persalinan sesungguhnya akan diikuti dengan keluarnya lendir yang bercampur darah dari vagina, pecahnya air ketuban, dan keinginan ibu untuk mengejan bayi. Jika Anda mengalami jenis kontraksi persalinan sesungguhnya, segera hubungi dokter agar mendapat tindakan yang tepat. Karena kemungkinan besar buah hati Anda akan segera lahir.

 

Penyebab Kontraksi Saat Hamil

Kontraksi saat hamil merupakan hal normal yang akan dirasakan oleh calon ibu. Inilah beberapa hal yang menjadi penyebab kontraksi saat hamil:

  1. Kontraksi sangat mungkin terjadi jika Anda berolahraga sangat keras saat kondisi perut Anda sudah membesar. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk menentukan olahraga yang sesuai dengan kondisi Anda dan janin yang ada di dalam rahim Anda.
  2. Jangan biarkan tubuh Anda mengalami dehidrasi selama masa kehamilan, karena bisa memicu terjadinya persalinan prematur. Jaga tubuh Anda agar terhidrasi dengan minum air putih secukupnya.
  3. Pemeriksaan vagina.Pada akhir kehamilan, dokter mungkin ingin melakukan pemeriksaan vagina untuk melihat kondisi serviks Anda. Terkadang menjalani pemeriksaan vagina cenderung menimbulkan kontraksi yang tidak nyaman dan muncul secara tidak teratur.
  4. Hormon oksitosin. Hormon ini berfungsi untuk memproduksi ASI, tetapi di sisi lain dapat memicu kontraksi pada ibu hamil. Otot di bagian rahim akan meregang dan mengerut, sehingga kepala bayi cenderung terdorong ke area leher rahim dan siap untuk dilahirkan.
  5. Berhubungan intim pada minggu akhir kehamilan. Berhubungan intim dengan pasangan setelah Anda memasuki bulan ke-8 dapat memicu terjadinya kontraksi yang sangat intens dan menyakitkan. Kejanggalan di bagian perut juga mungkin akan Anda rasakan, terutama setelah orgasme.

 

Nah, Bunda apakah ada pertanyaan seputar kontraksi kehamilan? Bunda dapat lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Obsgyn di RS Pura Raharja. Informasi terkait jadwal dokter dapat dilihat pada menu Jadwal Dokter.

Salam sehat!

 

 

Ditulis oleh            : Septi Ismandayu Tripuji Lestari, S. KM

Direview oleh       : dr. Widjaja Indrachan, Sp. OG

 

Dokter Spesialis Obsgyn RS Pura Raharja Surabaya

 

0 Komentar

Agenda / Event

Kategori

Site Statistics

  • Users online: 2 
  • Visitors today : 269
  • Page views today : 467
  • Total visitors : 103,064
  • Total page view: 188,628
Open chat
Ada yang bisa kami bantu?