Sering Marah Pertanda Darah Tinggi

Sering Marah Pertanda Darah Tinggi

Seringkali kita mendengar atau bahkan mengucapkan kalimat ‘marah-marah melulu, jangan-jangan darah tinggi’. Terutama jika menemukan orang yang kebiasaannya marah-marah meskipun hanya hal sepele.

Benarkah jika orang yang sering marah pertanda memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi?

Berdasarkan artikel dari Institute of Community Medicine, University of Tsukuba, Ibaraki, disebutkan bahwa tidak ada hubungan antara kemarahan dan pengendalian amarah dengan tekanan darah tinggi (hipertensi). Justru, dalam studi tersebut ditemukan bahwa laki-laki yang tidak mengungkapkan amarahnya memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengembangkan tekanan darah tinggi ketika mereka tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit perilaku mengatasi stress.

Seseorang dapat mengetahui tinggi atau rendahnya tekanan darah hanya setelah dilakukan pengukuran. Ada dua tekanan darah yang diukur, yaitu sistolik dan diastolik.

Tekanan darah sistolik yang berada di atas adalah tekanan pada pembuluh darah pada saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Pada saat memompa, jantung berkontraksi sehingga darah mengalir ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Sedangkan tekanan darah diastolik yang berada di bawah adalah tekanan darah saat jantung relaksasi dan darah mengisi jantung kembali.

Seseorang dikatakan memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi saat tekanan darah sistoliknya lebih dari sama dengan 140 mmHg dan tekanan darah diastoliknya lebih dari sama dengan 90 mmHg.

Nah, jadi… seseorang yang sering marah-marah belum tentu memiliki darah tinggi atau Hipertensi ya! Salam sehat untuk kita semua.

 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pura Raharja

0 Komentar

Agenda / Event

Kategori

Site Statistics

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 23
  • Page views today : 57
  • Total visitors : 7,906
  • Total page view: 16,967
Open chat
Ada yang bisa kami bantu?