Si Kecil Aktif atau Hiperaktif

Si Kecil Aktif atau Hiperaktif

Tingkah laku sang buah hati memang selalu bisa menyita perhatian orang tua. Selalu ada saja tingkah laku yang unik dan menggemaskan yang kadang mengundang gelak tawa. Meski begitu, tidak banyak orang tua yang memperhatikan dengan cermat sisi keaktifan Si Kecil. Memang benar jika anak harus aktif pada masa tumbuh kembangnya, karena ini adalah tanda bahwa ia bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal sesuai dengan usianya. Namun, bagaimana membedakan aktif dan hiperaktif pada anak?

Pada dasarnya, hiperaktif merupakan turunan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Jika dilihat sekilas, perbedaan aktif dan hiperaktif cukup sulit dikenali. Meski begitu, tetap saja ada hal-hal yang bisa menjadi pembeda utama dari keduanya. Apa saja perbedaanya? Berikut ulasan lengkapnya.

Fokus dan Perhatian

Hampir semua anak cenderung sulit untuk terfokus pada satu hal saja. Perhatiannya akan mudah teralih setiap ia melihat hal-hal yang menarik dan membuatnya penasaran. Si Kecil akan mudah bosan, tetapi tidak jika ia menemukan mainan yang memang sangat disukainya.

Sementara itu, anak hiperaktif tidak akan pernah bisa terfokus meski ia melihat mainan atau benda yang ia sukai. Ini disebabkan karena cakupan perhatian anak hiperaktif akan lebih pendek dibandingkan dengan anak aktif pada umumnya.

Cara Berbicara

Ketika sedang tenang, anak yang aktif lebih mudah diajak berbicara dan menangkap kosakata baru dari pembicaraan yang diajarkan padanya. Namun, tidak dengan anak hiperaktif. Ia akan cenderung berbicara dengan volume tinggi dan tempo yang cepat. Tidak jarang anak-anak hiperaktif suka menginterupsi atau menyela orang lain yang sedang berbicara. Terkadang, anak hiperaktif akan dianggap kurang sopan dan kurang memahami tata krama saat beranjak remaja.

Suasana Hati dan Perasaan

Perbedaan aktif dan hiperaktif berikutnya bisa terlihat dari perasaan sang anak. Anak aktif tidak mudah menangis dan bisa menjaga perasaannya, kecuali saat ia dalam keadaan marah, kesal, dan sedih. Berbeda dengan anak hiperaktif yang sangat sensitif akan rangsangan apa pun, yang menjadikan mereka mudah mengeluh. Keluhan ini akan ditunjukkan dalam bentuk tangisan. Ibu perlu tahu, bahwa tangisan anak hiperaktif lebih cenderung bertujuan untuk merengek, sehingga tidak mengeluarkan air mata.

Pergaulan dan Hubungan Sosial

Dalam bersosialisasi atau berinteraksi dengan teman-teman sebayanya, anak aktif lebih disukai karena sifatnya yang lebih sabar dan mau mengalah, terutama saat menggunakan alat-alat bermain di sekolah. Namun, anak hiperaktif tidak demikian. Sifat mengalah dan sabar tidak ada dalam dirinya, sehingga ia jarang berbagi dengan temannya ketika bermain. Sekali ia menggunakan mainan yang disukainya, ia tidak akan mau bergantian.

Rasa Lelah

Normalnya, anak akan beristirahat atau tidur ketika lelah maupun mengantuk. Namun, anak hiperaktif justru tidak mengenal kata lelah. Ia akan tetap bermain atau bergerak, meski gerakannya terbilang tidak menghabiskan banyak tenaga, seperti misalnya duduk sembari menggoyangkan kedua kakinya. Bahkan, anak hiperaktif hanya menghabiskan sedikit waktunya untuk beristirahat atau tidur.

Nah, oleh karena itu sebagai orang tua, harus mengetahui apakah anak Anda termasuk anak yang aktif ataukah hiperaktif. Sifat hiperaktif pada anak menjadi tantangan tersendiri untuk kedua orang tua. Karena untuk mengatasi anak yang hiperaktif dibutuhkan perhatian yang lebih dari orang tuanya dan dibutuhkan terapi khusus untuk mengobatinya. Jika Bunda kesulitan mengatasi anak yang hiperaktif, segera lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak agar dapat tertangani dengan baik.

Informasi jadwal Dokter Spesialis Anak di RS Pura Raharja dapat dilihat pada menu Jadwal Dokter. Salam sehat!

0 Komentar

Agenda / Event

Kategori

Site Statistics

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 233
  • Page views today : 346
  • Total visitors : 73,572
  • Total page view: 146,860
Open chat
Ada yang bisa kami bantu?