Si Kecil GTM Tapi Aktif, Apakah Tetap Harus Periksa ke Dokter Spesialis

Si Kecil GTM Tapi Aktif, Apakah Tetap Harus Periksa ke Dokter Spesialis

Salah satu fase tumbuh kembang yang paling membuat ibu khawatir adalah ketika bayi dikenalkan MPASI namun ia malah melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM). Tentu hal ini akan membuat Bunda resah dan khawatir, karena pemberian MPASI akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang Si Kecil. Nah, sebelum mencari tahu bagaimana cara mengatasi GTM pada si Kecil, Bunda perlu tahu apa yang menyebabkan Si Kecil melakukan gerakan tutup mulut.

Apa penyebab GTM pada si Kecil?

  1. Sakit di bagian mulut
    Beberapa kondisi mulut seperti sariawan, sakit gigi, sakit tenggorokan, gusi luka atau tumbuh gigi bisa membuat anak malas makan. Hingga dia melakukan gerakan tutup mulut.
  2. Baru sembuh dari sakit
    Ketika si Kecil baru sembuh dari sakit, biasanya mulut terasa pahit dan tidak enak. Hal ini menyebabkan si Kecil menjadi malas untuk makan.
  3. Perubahan pengasuh
    Perubahan pengasuh si Kecil, misal biasanya diasuh oleh “mbak”nya, kemudian diganti, terkadang membuat si Kecil merasa malas makan karena ada perbedaan rasa. Nah, ini juga bisa menjadi faktor penyebab si Kecil melakukan gerakan tutup mulut.
  4. Bosan dengan cita rasa makanan
    Bosan dengan cita rasa makanan bukan berarti bosan dengan makanan yang itu-itu saja ya Bun, tetapi bosan dengan cita rasa makanannya. Misalnya, Bunda membuat sop ayam, sop jagung, sop daging dan berbagai sop-sop lainnya tetapi takaran bumbunya sama saja, inilah yang bisa membuat si Kecil bosan dengan rasa makanan yang Bunda buat.

Nah, setelah tahu apa penyebab si Kecil melakukan gerakan tutup mulut, maka Bunda mulai bisa menerapkan solusi untuk mengatasi gerakan tutup mulut si Kecil.

Apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi GTM pada si Kecil?

  1. Memberikan variasi makanan
    Sajikan menu yang variatif setiap hari. Seperti hari Senin menyajikan menu sop ayam dan telur goreng, hari Selasa perkedel daging dan sayur asem. Seperti itu seterusnya, Bunda dapat lebih mudah dengan membuat jadwal menu mingguan untuk keluarga.
    Bila anak menolak makanan yang disajikan, jangan menyerah. Coba tawarkan kembali menu makanan yang ditolak tersebut di kemudian hari. Perkenalkan makanan baru secara perlahan. Cara ini membutuhkan waktu sampai anak menerima dan berselera terhadap makanan yang diberikan.
  2. Menata makanan di piring dengan menarik
    Penataan makanan yang menarik di piring akan menggugah selera makan si Kecil. Seperti membentuk nasi dnegan bentuk boneka, wortelnya dipotong bentuk bunga dan sebagainya.
  3. Penetapan aturan cara makan
    – Mengatur waktu makan dengan jarak yang tepat, yang terdiri dari 3 kali makan utama, 2x snack dalam satu hari.
    – Membatasi waktu makan si Kecil selama 30 menit setiap kali makan.
    – Di antara jadwal makan tidak boleh ada makanan tambahan seperti snack.
    Misal Bunda telah mengatur bahwa jam 7 makan pagi si Kecil dan jam 10 pemberian snack untuk si Kecil. Di antara jam 7 dan jam 10 yang boleh diberikan hanya air putih. Hal ini bertujuan untuk melatih rasa lapar dan kenyang pada si Kecil. Sehingga, si Kecil paham bahwa ketika jam makan harus habis agar tidak lapar. Ini adalah upaya mengenalkan rasa lapar pada si Kecil
    – Jangan ada distraksi pada saat si Kecil makan.
    Kenalkan si Kecil cara makan yang benar, yakni dengan duduk di meja, pakai piring dan sendok. Jangan membiasakan si Kecil makan dengan cara : digendong, nonton youtube, nonton tv, bermain, jalan-jalan dan sebagainya..
    – Jangan memberikan makanan sebagai hadiah

Bunda, perlu dipahami bahwa makan juga membutuhkan proses belajar. Sama dengan ketika anak belajar untuk berjalan. Sehingga, Bunda dan Ayah perlu konsisten dan bersabar dalam menghadapi anak yang susah makan. Ulangi langkah-langkah di atas dengan rutin sampai si Kecil mampu mengunyah makanannya sendiri. Bunda, kenali juga ciri-ciri si Kecil ketika sudah kenyang, supaya asupannya tidak berlebihan.

Bila Bunda sudah lakukan usaha seperti di atas, namun si Kecil tetap melakukan gerakan tutup mulut, maka coba konsultasikan dengan Dokter Spesialis Anak.

Terus berjuang ya Bunda untuk memberikan nutrisi terbaik bagi si buah hati. Salam sehat!

 

Rahma Yasinta Rangkuti, Sp. A
Dokter Spesialis Anak RS Pura Raharja

0 Komentar

Agenda / Event

3
Dec
05:00 - Thursday, 3 Dec 2020

Hari Disabilitas Sedunia

22
Dec
05:00 - Tuesday, 22 Dec 2020

Hari Ibu

Kategori

Site Statistics

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 107
  • Page views today : 274
  • Total visitors : 12,165
  • Total page view: 27,347
Open chat
Ada yang bisa kami bantu?