Dipercaya oleh
120,000+ Orang
Pusat Kesehatan Terbaik
KARS Certification
Nomor 1
RSIA Surabaya

Ratusan ASN Pemprov Jatim dan Dokter Spesialis Jantung Sukseskan Peringatan World Heart Day 2026 di Kantor Setdaprov Jatim

world heart day 2026

SURABAYA, 23 September 2026 – Peringatan World Heart Day 2026 sukses digelar hari ini, Rabu (23/9), melalui kampanye kesehatan jantung berskala masif. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Rumah Sakit KORPRI Pura Raharja, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Surabaya. Acara ini juga didukung oleh Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Universitas Airlangga (UNAIR) serta KSM Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Dr Soetomo.

Peringatan World Heart Day 2026 Dihadiri Ratusan ASN dan Dokter Spesialis Jantung

Acara ini diselenggarakan di halaman Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Jl. Pahlawan No. 110, Alun-alun Contong, Surabaya. Kegiatan ini menembus target dengan dihadiri oleh 300 peserta.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dan dukungan nyata dari jajaran pimpinan daerah. Hadir Asisten Sekda Provinsi Jawa Timur beserta Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) dan Kepala Biro Hukum. Turut hadir pula Kepala Biro Pemerintahan dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Acara ini juga menjadi momentum langka karena dihadiri secara langsung oleh 100 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Para dokter tersebut merupakan anggota PERKI Surabaya.

Antusiasme Peserta dalam Rangkaian World Heart Day 2026

world heart day 2026

Antusiasme peserta yang sangat tinggi mewarnai jalannya acara sejak pagi hari. Semangat tersebut terlihat luar biasa saat peserta mengikuti sesi senam sehat. Antusiasme ini terus bertahan saat memasuki sesi krusial pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Peserta juga mengikuti edukasi deteksi gangguan irama jantung mandiri melalui kampanye MENARI (Meraba Nadi Sendiri).

Pelatihan BHD

Pelatihan BHD menjadi fokus utama mengingat tingginya tren serangan jantung mendadak di tengah masyarakat. Penguasaan keterampilan kompresi dada oleh masyarakat awam sangatlah penting, karena henti jantung sering terjadi di luar rumah sakit. Tindakan pertolongan pertama yang cepat dan tepat pada menit-menit pertama sebelum bantuan medis tiba sangat menentukan. Hal ini terbukti secara ilmiah mampu meningkatkan angka harapan hidup (survival rate) pasien secara drastis.

Skrining Kesehatan Gratis

Melengkapi upaya pencegahan, RS KORPRI Pura Raharja juga menggelar pemeriksaan kesehatan secara gratis. Fasilitas skrining meliputi pemeriksaan rekam irama jantung menggunakan EKG portable. Peserta juga mendapat pengecekan profil dan komposisi lemak tubuh menggunakan alat Body Mass Analysis. Hasil skrining tersebut kemudian dibahas secara komprehensif melalui konsultasi langsung dengan para dokter spesialis jantung dari PERKI Surabaya.

Direktur RS KORPRI Pura Raharja: Bekal Nyata dari World Heart Day 2026

Direktur RS KORPRI Pura Raharja, dr. Makhyan Jibril Al Farabi, Sp.JP, menyampaikan rasa syukurnya atas kesuksesan acara ini. “Antusiasme 300 ASN beserta jajaran pimpinan Pemprov Jatim dan 100 rekan sejawat dari PERKI Surabaya hari ini menunjukkan komitmen luar biasa terhadap kesehatan jantung. Kami berharap kemampuan BHD dan deteksi dini yang dipelajari hari ini menjadi bekal nyata di masyarakat untuk meminimalisir fatalitas akibat kegawatdaruratan jantung,” tegasnya.

Ketua PERKI Surabaya Soroti Pentingnya Edukasi pada World Heart Day 202

Senada dengan hal tersebut, Ketua PERKI Cabang Surabaya, Dr. dr. Suryono, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, menyampaikan bahwa peringatan World Heart Day 2026 ini merupakan momentum penting. Momentum ini digunakan untuk semakin mendekatkan edukasi kesehatan jantung kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pemerintahan dan tempat kerja.

“Penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu tantangan kesehatan utama. Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan di rumah sakit, tetapi harus dimulai dari masyarakat melalui pengendalian faktor risiko, deteksi dini, pola hidup sehat, serta kemampuan memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan jantung,” ujar Dr. Suryono.

Terkait pentingnya pelatihan BHD dan edukasi MENARI, Dr. Suryono menegaskan bahwa hal tersebut memiliki nilai strategis. Masyarakat merupakan mata rantai pertama dalam pertolongan kegawatdaruratan jantung. Kemampuan mengenali kondisi darurat, segera meminta bantuan, dan melakukan kompresi dada secara tepat sebelum pertolongan medis tiba dapat menjadi langkah yang sangat menentukan.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antara Pemprov Jawa Timur, RS KORPRI Pura Raharja, PERKI Surabaya, dan institusi akademik dalam kegiatan ini. Kehadiran sekitar 100 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menunjukkan komitmen kami untuk berkontribusi langsung dalam meningkatkan literasi dan kesadaran kesehatan jantung masyarakat. Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial World Heart Day, tetapi menjadi awal dari gerakan yang lebih luas untuk membangun masyarakat Jawa Timur yang semakin sadar terhadap kesehatan jantung dan mampu memberikan pertolongan pertama. PERKI Surabaya siap terus bersinergi dengan pemerintah, rumah sakit, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkas Dr. Suryono.

Leave a Reply