
Banyak ibu hamil merasa cemas membayangkan operasi caesar, mulai dari suntikan bius, sayatan, hingga jahitan. Kecemasan itu berbeda dengan pengalaman perempuan usia tahun asal Surabaya ini. Ia baru-baru ini menjalani operasi caesar ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) di Rumah Sakit KORPRI Pura Raharja. Ia mengaku minim merasakan sakit selama proses persalinan hingga pemulihan.
Memilih Operasi Caesar ERACS Setelah Mencari Informasi
Ibu baru kelahiran Surabaya ini sudah melakukan riset sebelum memutuskan metode persalinan. Dari hasil riset tersebut, ia mendapati bahwa ERACS merupakan metode yang menekankan pemulihan lebih cepat setelah operasi caesar. Metode ini hanya memerlukan sedikit obat pada kondisi tertentu. Karena tinggal tidak jauh dari rumah sakit, ia pun memilih menjalani persalinan di RS KORPRI Pura Raharja.
Persalinan sectio caesarea (SC) merupakan metode persalinan melalui tindakan pembedahan. Tindakan ini dilakukan dengan membuat sayatan pada dinding perut dan rahim untuk mengeluarkan bayi. ERACS merupakan rangkaian perawatan yang dirancang untuk membantu mempercepat proses pemulihan setelah operasi.
Sebelumnya, ia kerap mendengar cerita teman-temannya yang pernah menjalani operasi caesar. Menurut mereka, jarum bius, sayatan, hingga jahitan terasa. Pengalaman perempuan usia tahun ini berbeda. Ia mengatakan tidak merasakan sakit saat pemasangan kateter maupun saat penyuntikan bius di punggung. Ia juga tidak merasakan apa pun ketika perutnya dibedah.
“Saya kaget, kok bisa tidak sakit sama sekali. Waktu dokter bilang operasi dimulai, sekitar 15 menit kemudian kepala bayi sudah keluar. Saya sampai bingung, saya tanya, ‘Sudah dibelah, Dok?’ ternyata bayinya sudah keluar,” ungkap ibu baru asal Surabaya ini setelah menjalani operasi caesar ERACS.
Ditemani Tenaga Kesehatan yang Ramah
Selama proses operasi berlangsung kurang dari satu jam, tenaga kesehatan berkomunikasi dengannya. Mereka juga terus memberikan informasi yang menenangkan. Ia menjalani persalinan tanpa ditunggui keluarga. Namun, ia menilai perawat yang bertugas sangat baik dan membantunya.
Ia juga menyebut dokter yang menanganinya sebagai dokter yang komunikatif. Dokter tersebut adalah dr. Sjafril Vika Permana, Sp.OG, yang akrab ia sebut dr. Vika. “Dokter Vika bagus sekali penanganannya. Beliau mengajak ngobrol dan bercanda, jadi saya sebagai pasien merasa nyaman,” ujarnya. Setelah operasi, ia mengaku tidak merasakan nyeri.
Ibu baru kelahiran Surabaya ini hanya sempat mengalami mual. Menurutnya, hal itu wajar karena lazim dialami setelah operasi. Keluhan itu pun segera ditangani petugas. “Persalinan lebih aman dan nyaman di Pura Raharja,” katanya.
RS KORPRI Pura Raharja berkomitmen terus mengembangkan layanan persalinan yang aman dan nyaman bagi ibu dan bayi. Rumah sakit juga berterima kasih kepada pasien yang bersedia membagikan pengalamannya. Masyarakat dapat terus memantau informasi terbaru seputar layanan dan kegiatan RS KORPRI Pura Raharja. Informasi tersedia melalui Instagram @rs.puraraharja dan situs web resmi puraraharja.com.



