
Kehamilan selalu mendatangkan rasa bahagia. Masa penantian pun terbayarkan dengan hadirnya buah hati. Namun, di balik kebahagiaan itu, ibu hamil juga menghadapi perubahan fisik dan emosional, seperti rasa lelah, sulit tidur, cemas, perubahan suasana hati, hingga kekhawatiran tentang kondisi bayi. Salah satu bentuk gangguan suasana hati yang bisa muncul selama kehamilan adalah depresi antenatal.
Hal-hal tersebut memang cukup umum terjadi. Akan tetapi, jika berlangsung terus-menerus dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda gangguan kesehatan mental yang lebih serius.
Lalu, bagaimana cara mengenali depresi antenatal? Apa saja tanda yang perlu diperhatikan dan kapan ibu hamil perlu mencari bantuan? Yuk, kenali lebih jauh tentang depresi antenatal, faktor risikonya, serta pentingnya mendapatkan dukungan dan penanganan sejak dini melalui artikel berikut ini.
Depresi Antenatal
Depresi merupakan gangguan mood yang menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat terus-menerus. Kondisi ini dapat terjadi selama kehamilan dan dikenal sebagai depresi antenatal. Depresi antenatal adalah kondisi dimana ibu hamil merasakan kesulitan, kecemasan, kebingungan serta ketakutan yang berlebihan yang dirasakan hampir sepanjang hari.
Kondisi ini dapat membuat ibu kurang memperhatikan kesehatan dirinya selama kehamilan, termasuk kebutuhan nutrisi dan pemeriksaan kehamilan. Dampak jangka panjang depresi antenatal dapat memengaruhi proses persalinan, hubungan ibu dengan bayi, serta kondisi psikologis ibu setelah melahirkan.
Gejala Depresi Antenatal
- Sedih atau murung yang berlangsung terus-menerus
- Merasa cemas, khawatir, atau putus asa
- Kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasanya disukai
- Mudah lelah dan kehilangan energi
- Sulit berkonsentrasi
- Mengalami gangguan tidur
- Mengalami keluhan fisik terus menerus, seperti sakit kepala atau gangguan pencernaan
Gejala yang dialami setiap ibu dapat berbeda-beda. Beberapa keluhan juga dapat menyerupai perubahan yang umum terjadi selama kehamilan. Namun, apabila gejala tersebut berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Faktor yang Mempengaruhi Kondisi Ini
- Faktor biologis
Meliputi riwayat depresi atau gangguan psikologis pada ibu maupun keluarga, riwayat gangguan suasana hati, serta kondisi kehamilan seperti usia ibu, riwayat keguguran, keluhan selama kehamilan, dan risiko atau komplikasi kehamilan. - Faktor psikologis
Kondisi psikologis ibu juga dapat mempengaruhi risiko depresi, termasuk kepribadian, kepercayaan diri (self-esteem), pengalaman kekerasan atau trauma pada masa lalu, peristiwa kehidupan yang berat, serta kemampuan dalam menghadapi dan mengelola stres. - Faktor sosial
Lingkungan dan kondisi sosial turut berperan, seperti konflik dengan pasangan, kehamilan yang tidak diinginkan, kurangnya dukungan dari keluarga atau pasangan, serta kesulitan ekonomi.
Dampak Depresi Antenatal
- Meningkatkan resiko komplikasi kehamilan dan persalinan
- Mempengaruhi kesehatan dan perkembangan bayi
- Mempengaruhi kondisi psikologis dan kemampuan ibu dalam merawat bayi
- Mempengaruhi tumbuh kembang dan psikologi anak
Cara Mencegah Kondisi Ini
- Mendapatkan dukungan dari pasangan dan keluarga
- Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin (ANC)
- Mengenali dan mengelola stres selama kehamilan
- Menerapkan pola hidup sehat
- Tidak ragu mencari bantuan tenaga kesehatan ketika muncul gejala
Jika Anda memiliki keluhan selama kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) di RS KORPRI Pura Raharja. Pasien dapat menghubungi nomor Whatsapp Customer Service RS KORPRI Pura Raharja untuk melakukan pendaftaran di nomor 0888 0502 8175 atau melalui website rumah sakit di https://antrian.puraraharja.com/ untuk pasien umum dan asuransi. Jika pasien BPJS dapat melakukan pendaftaran di aplikasi Mobile JKN dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Ditinjau oleh dr. Dito Oktawijaya Pratama, M.Ked.Klin., Sp.OG.
Referensi
- Islami, Ediyono S. (2022). Faktor risiko dan dampak terjadinya depresi antenatal. Indonesia Jurnal Kebidanan, 6(2), 85–90.
- Al Ghifari M. F. (2026). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan depresi pada ibu hamil di Desa Wonodadi, Pringsewu tahun 2025. Jurnal Kesehatan Tambusai, 7(1), 4945.
- Yin X., Sun N., Jiang N., Xu X., Gan Y., Zhang J., Qiu L., Yang C., Shi X., Chang J., & Gong Y. (2021). Prevalence and associated factors of antenatal depression: Systematic reviews and meta-analyses. Clinical Psychology Review, 83, 101932.
- Hasanah, Z., Joewono, H. T., & Muhdi, N. (2019). Faktor risiko depresi antenatal di Puskesmas Jagir dan Tanah Kali Kedinding Surabaya. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 4(2), 56–66.

