
Belakangan ini kasus influenza A di Indonesia kembali menunjukkan peningkatan. Data pemantauan kesehatan mencatat adanya kenaikan proporsi kasus positif influenza dalam beberapa pekan terakhir, termasuk influenza A subtipe H1N1 dan H3N2. Meski sebagian besar kasus tergolong ringan, bukan berarti penyakit ini bisa dianggap remeh begitu saja.
Banyak orang masih menganggap influenza A sama dengan flu biasa yang bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari. Padahal virus ini tetap perlu diwaspadai karena berpotensi dapat memicu komplikasi. Beberapa komplikasi influenza yang mungkin fatal antara lain: pneumonia bakterial sekunder, pneumonia viral primer, dan acute respiratory distress syndrome (ARDS). Yuk, kenali lebih jauh tentang influenza A, mulai dari gejala, cara penularan, sampai penanganannya.
Kenali Virus Influenza A yang sedang Mengintai
Influenza tipe A adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Menurut dr. Abdul Rohim, Sp.A, dokter spesialis anak RS KORPRI Pura Raharja, penyakit ini sering menyerang anak-anak dengan kondisi daya tahan tubuh yang rendah dengan gejala panas tinggi, batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, dan nyeri tenggorokan. Kadang gejala ini juga disertai mual muntah, bahkan bisa cukup hebat.
Influenza adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus dari famili Orthomyxoviridae, yang menyerang saluran pernapasan atas hingga bawah. Terdapat empat tipe utama virus influenza, yaitu A, B, C, dan D. Tipe A merupakan penyebab utama wabah besar dan pandemi, dengan subtipe seperti H1N1 dan H3N2 yang sering berubah.
Virus Influenza A dapat menginfeksi manusia, mamalia, dan burung. Sehingga influenza A juga bisa menular dari hewan ke manusia (zoonosis), seperti yang pernah terjadi pada kasus flu burung dan flu babi. Hal ini yang membuat influenza A berpotensi menimbulkan peningkatan virus dengan cepat.
Bagaimana Influenza A dapat Menular?
Penularan influenza A terjadi terutama melalui droplet pernapasan, yaitu percikan cairan yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, virus ini juga bisa menular lewat kontak dengan permukaan benda yang terkontaminasi, lalu tanpa sadar menyentuh wajah, hidung, atau mulut.
Virus influenza A cukup tangguh bertahan di luar tubuh, bisa hidup di permukaan benda keras selama 24-48 jam, dan di tangan hingga 15 menit. Penularan paling mudah terjadi di tempat-tempat dengan mobilitas tinggi dan kepadatan populasi, seperti kantor, sekolah, atau transportasi umum.
Apa Saja Gejalanya?
Setelah terpapar virus, gejala influenza A umumnya baru muncul setelah masa inkubasi sekitar 2 hari. Gejalanya sering kali mirip flu biasa pada awalnya, sehingga banyak orang tidak menyadarinya sejak dini. Namun, beberapa gejala harus tetap diwaspadai:
- Demam bahkan bisa disertai menggigil
- Batuk kering
- Hidung tersumbat, bersin-bersin, dan hidung berair
- Sakit tenggorokan
- Muntah
- Nyeri sendi dan sakit kepala
- Kelelahan dan lemas, meski sudah beristirahat
Dr. Abdul Rohim, Sp.A menjelaskan, gejala influenza pada umumnya berlangsung sekitar 3 hingga 7 hari, dan tergolong self-limiting atau bisa sembuh sendiri. Meski begitu, penyakit ini tetap punya kemungkinan memberat, terutama jika daya tahan tubuh anak sedang rendah.
Usia Anak yang Paling Berisiko
Anak-anak di bawah usia 5 tahun merupakan kelompok yang paling sering terkena influenza. Menurut dr. Abdul Rohim, Sp.A risiko gejala berat lebih tinggi pada anak dengan usia lebih kecil dan daya tahan tubuh yang masih rendah, khususnya bayi di bawah 1 tahun. Selain anak-anak, kelompok lain yang juga perlu lebih waspada terhadap risiko komplikasi influenza A meliputi lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau daya tahan tubuh yang lemah.
Penanganan dan Pencegahan Influenza
Karena influenza disebabkan oleh virus yang sebenarnya bisa sembuh sendiri, dr. Abdul Rohim, Sp.A menyebut perawatan di rumah masih memungkinkan selama gejalanya relatif ringan dan tidak sampai mengganggu aktivitas anak. Namun, bila gejalanya cukup berat, seperti panas tinggi lebih dari 3 hari, disertai muntah hebat, sesak, atau kejang, anak harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Penanganan Influenza A Gejala Ringan di Rumah
Untuk gejala ringan, beberapa penanganan yang bisa dilakukan di rumah meliputi:
- Istirahat yang cukup untuk membantu tubuh melawan infeksi
- Minum air putih yang banyak agar tidak dehidrasi
- Konsumsi obat pereda gejala, seperti paracetamol untuk demam dan nyeri, sesuai anjuran dokter
- Menjaga asupan makanan bergizi agar daya tahan tubuh tetap terjaga
Langkah Pencegahan Influenza A pada Anak
dr. Abdul Rohim, Sp.A membagikan beberapa langkah pencegahan sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari, khususnya untuk anak-anak:
- Membiasakan anak mencuci tangan dengan sabun
- Menggunakan masker bila sedang sakit
- Menghindari kontak dengan penderita
- Memperhatikan kecukupan gizi lewat makanan bergizi
- Istirahat yang cukup
- Memberikan vaksinasi influenza setiap tahun
Langkah-langkah ini berlaku pula secara umum bagi orang dewasa, sebagai upaya menekan risiko tertular maupun menularkan influenza A ke orang-orang di sekitar.
Jika mengalami gejala yang memburuk, seperti kesulitan bernapas, nyeri dada, demam tinggi yang tidak turun, atau tanda dehidrasi berat, jangan ditunda untuk segera memeriksakan diri ke RS KORPRI Pura Raharja. Sahabat RARA dapat menghubungi nomor Whatsapp Customer Service RS KORPRI Pura Raharja untuk melakukan pendaftaran di nomor 0877 0302 2301 atau melalui website rumah sakit di https://antrian.puraraharja.com/ untuk pasien umum dan asuransi. Jika pasien BPJS dapat melakukan pendaftaran di aplikasi Mobile JKN dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Ditinjau oleh, dr. Abdul Rohim, Sp. A
Referensi
- Nitiyoso N. (2018). Antivirus untuk influenza. Cermin Dunia Kedokteran, 45(4), 261–264.
- Belshan M. A., Knoop F. C., & Huggett K. N. (2014). Influenza A. Dalam Encyclopedia of Virology (Edisi ke-2). Elsevier.
- Kiantoro C., Katni M. F., Putri N. A. S., Amanda Y., Jannah R. N., & Rahmi H. (2024). Cerdas Hindari Influenza dengan Menerapkan Cuci Tangan dan Menggunakan Masker pada Remaja di SMPN 16 Banjarmasin. Jurnal Suaka Insan Mengabdi, 6(1), 8–14.
- Rifki M., Rachman A. A., Salsabila T. Z., Larasati A. A. A. R., & Paradiesta A. F. N. (2025). Clinical and Epidemiological Overview of Influenza: A Literature Review. Jurnal Biologi Tropis, 25(4), 5714–5721.



