
Direktur RS KORPRI Pura Raharja, dr. Makhyan Jibril Al-Farabi, M.Sc., M.Biomed., MBA, Sp.JP, FIHA, FACC., menjadi salah satu pembicara dalam ACSA 2026 (Airlangga Cardiovascular Scientific Annual). Dalam sesi diskusi kasus, beliau membahas topik diagnosis sinkop secara mendalam. ACSA merupakan kongres kardiologi tahunan gabungan dari beberapa kegiatan. Kegiatan tersebut meliputi Airlangga Cardiovascular International Conference (ACIC) VIII, Continuing Medical Education (CME) XXVIII, Surabaya Cardiovascular Update (SCU) XVII, dan Airlangga Cardiology Expert Meeting (ACEM) IX.
Kegiatan ini merupakan Electrophysiology & Arrhythmia Workshop dengan tema “From Collapse to Clarity: Contemporary Approaches to Syncope Evaluation and Treatment”, yang digelar di Four Points by Sheraton Tunjungan Plaza Surabaya, pada hari Jumat (4/9/2026).
Sesi Diskusi Seputar Diagnosis dan Penanganan Sinkop
Pada kegiatan ini, dr. Makhyan Jibril membawakan sesi diskusi kasus berjudul “Syncope Evaluation and Management in Contemporary Clinical Practice”. Sesi ini membahas cara menangani kasus sinkop atau hilangnya kesadaran sementara dalam praktik klinis sehari-hari.
Sesi ini menjadi bagian dari rangkaian materi workshop. Materi tersebut membahas berbagai aspek sinkop, mulai dari strategi diagnosis berbasis bukti, cara membedakan sinkop akibat gangguan jantung dan non-jantung, hingga penanganan sinkop pada kelompok pasien khusus. Workshop ini juga mencakup sesi hands-on soal pemrograman alat pacu jantung (pacemaker). Materi-materi ini dirancang agar tenaga medis punya pendekatan yang lebih tepat. Pendekatan ini diharapkan membuat mereka lebih percaya diri saat mendiagnosis serta menangani pasien dengan keluhan sinkop.
Direktur RS KORPRI Pura Raharja, dr. Makhyan Jibril Al-Farabi, mengatakan keikutsertaannya di workshop ini menjadi bagian dari usahanya. Usaha ini untuk terus mengembangkan ilmu dan keterampilan klinis di bidang elektrofisiologi jantung. “Kasus sinkop seringkali membingungkan, karena penyebabnya bisa dari yang ringan sampai kondisi yang mengancam nyawa. Forum seperti ini penting untuk menyamakan pendekatan diagnosis, supaya tenaga medis bisa lebih percaya diri dan tepat menangani pasien di lapangan,” ungkapnya.
Melalui keikutsertaan di workshop ini, RS KORPRI Pura Raharja menegaskan komitmennya. Komitmen ini untuk terus mendukung pengembangan kompetensi tenaga medis. RS KORPRI Pura Raharja juga berkontribusi di forum-forum ilmiah kedokteran yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

