
Menjaga tubuh agar tetap sehat dan produktif adalah impian setiap orang apalagi jika sudah dipadatkan dengan kegiatan sehari-hari. Beberapa orang memilih untuk olahraga, menjaga pola makan, mengonsumsi vitamin agar tidak mudah lelah. Namun, dibalik rutinitas yang dijalani kita masih terlupa dengan ancaman virus, salah satunya virus HPV.
Virus HPV masih menjadi isu masalah kesehatan di Indonesia. Banyak perempuan yang didiagnosis kanker serviks karena virus ini. Hingga kini, telah diidentifikasi lebih dari 130 tipe HPV dengan sekitar 20 tipe diantaranya berhubungan dengan kanker. Perlunya pencegahan sejak dini, agar tubuh terlindungi dari ancaman virus HPV yakni dengan melakukan vaksinasi HPV sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan RI.
Kira-kira apakah HPV bisa menular? Bagaimana HPV dapat dicegah sebelum menimbulkan penyakit yang lebih serius? Kenali lebih jauh tentang HPV dan risiko penularannya dalam artikel berikut ini.
Kenali Virus HPV
Human papillomavirus (HPV) merupakan virus yang paling sering ditemui pada penyakit menular seksual dan diduga berperan dalam proses terjadinya kanker. HPV secara umum ditularkan pertama kali melalui hubungan seksual. Selain itu juga dapat tertular melalui luka yang terkontaminasi langsung dengan virus HPV. HPV merupakan virus DNA beruntai ganda tanpa selubung. Berdasarkan sifat patogeniknya, HPV dibagi menjadi tipe risiko tinggi (high-risk HPV) dan risiko rendah (low-risk HPV).
Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala spesifik pada fase awal. Diagnosis biasanya baru diketahui setelah terbentuk lesi prakanker atau kanker. Kondisi ini memperberat beban klinis dan meningkatkan angka mortalitas.
Penularan Virus HPV
TePada kenyataanya virus HPV dapat menular, yakni melalui
- Hubungan seksual dengan orang yang memiliki virus HPV, termasuk melalui kontak kulit di area genital.
- Benda atau area yang terpapar virus HPV dengan kulit yang mengalami luka atau terinfeksi, sehingga virus dapat masuk.
Jenis Kanker yang Berkaitan dengan Virus HPV
- Kanker Serviks
Kanker serviks merupakan kanker yang menyerang leher rahim. Pada tahap awal, kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala. Jika berkembang, gejala dapat berupa perdarahan di luar masa menstruasi, nyeri panggul, serta keluarnya cairan dari vagina yang berbau tidak sedap. - Kutil Kelamin (Kondiloma Akuminata)
Kutil kelamin merupakan benjolan jinak yang muncul di area genital atau sekitar anus. Bentuknya dapat berupa benjolan kecil dengan permukaan kasar menyerupai kembang kol dan terkadang disertai rasa gatal atau tidak nyaman. - Kanker Anus
Kanker anus terjadi pada jaringan di sekitar anus. Gejalanya dapat berupa perdarahan, nyeri pada anus atau rektum, serta perubahan saat buang air besar. Namun, sebagian penderita dapat tidak mengalami gejala pada tahap awal. - Veruka Vulgaris
Veruka vulgaris atau kutil biasa merupakan benjolan pada kulit dengan permukaan kasar. Kutil paling sering muncul pada jari, punggung tangan, lutut, dan siku. Umumnya tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat terasa nyeri jika muncul pada telapak tangan atau kaki. - Kanker Vulva dan Vagina
Kanker vulva dan vagina dapat ditandai dengan rasa gatal yang menetap, benjolan, perdarahan, nyeri, atau keluarnya cairan yang tidak normal. Pada tahap lanjut, kondisi ini dapat mengganggu fungsi saluran kemih dan pencernaan. - Kanker Orofaring
Kanker orofaring merupakan kanker yang berkembang di bagian belakang tenggorokan. Gejalanya dapat berupa benjolan di leher, sakit tenggorokan, sulit atau nyeri saat menelan, rasa mengganjal di tenggorokan, dan nyeri yang menjalar ke telinga.
Cara Mencegahnya?
Infeksi HPV dapat dicegah dengan beberapa cara, terutama melalui perilaku seksual yang lebih aman, menjaga kesehatan tubuh, dan vaksinasi. Beberapa cara yang dapat dilakukan seperti:
- Vaksin HPV
Vaksin HPV merupakan salah satu cara penting untuk mencegah infeksi HPV yang dapat mengakibatkan kanker serviks atau penyakit lain. Pemberian vaksin HPV dapat dilakukan sejak usia dini, terutama sebelum seseorang aktif secara seksual, sehingga dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV. Anak usia 9–14 tahun memerlukan 2 dosis vaksin, sedangkan usia 15 tahun ke atas memerlukan 3 dosis. Vaksinasi dapat dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk membantu membentuk perlindungan yang optimal terhadap infeksi HPV. - Penggunaan Kondom
Menggunakan kondom saat berhubungan seksual dapat membantu menurunkan risiko penularan HPV, meskipun tidak memberikan perlindungan sepenuhnya. - Berhenti Merokok
Merokok berkaitan dengan peningkatan risiko infeksi HPV dan dapat menghambat kemampuan tubuh dalam membersihkan infeksi. - Melakukan Deteksi Dini
Pemeriksaan seperti Pap smear dapat membantu mendeteksi perubahan sel pada leher rahim sejak dini. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk menemukan kelainan sebelum berkembang menjadi penyakit.
Vaksinasi HPV di RS KORPRI Pura Raharja
RS KORPRI Pura Raharja kembali membuka layanan vaksinasi pada 13 dan 27 September 2026. Pendaftaran dapat dilakukan melalui WhatsApp Customer Service RS KORPRI Pura Raharja di nomor 0888 0502 8175. Kesempatan ini terbuka untuk anda bagi ASN, keluarga, maupun relasi. Jangan lewatkan kesempatan ini sebagai salah satu langkah pencegahan terhadap infeksi HPV dan penyakit yang dapat ditimbulkannya.
Ditinjau oleh dr. Dito Oktawijaya Pratama, M.Ked.Klin., Sp.OG.
Referensi
- Hanifah, H. R., Hapsari, Y., Wardana, S. P., & Haikal, M. (2025). Human Papillomavirus (HPV) Infection and The Spectrum of Diseases It Causes: A Literature Review. Jurnal Biologi Tropis, 25(4), 5278–5285.
- Hidayat, M. S., & Dewi, Y. R. (2024). Identifikasi Human Papilloma Virus pada Wanita dengan Risiko Tinggi di Jakarta. Plenary Health: Jurnal Kesehatan Paripurna, 1(3), 297–301.
- World Health Organization (WHO). (2024). Human papillomavirus and cancer. World Health Organization.
- Zou K., Huang Y., & Li Z. (2022). Prevention and treatment of human papillomavirus in men benefits both men and women. Frontiers in Cellular and Infection Microbiology, 12, 1077651.



