Dipercaya oleh
120,000+ Orang
Pusat Kesehatan Terbaik
KARS Certification
Nomor 1
RSIA Surabaya

Hiruk Pikuk Puasa: Penyakit Umum yang Harus Diwaspadai Saat Berpuasa!

Bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah dan banyak manfaatnya, tetapi banyak juga orang yang sering menghadapi masalah kesehatan di balik keutamaan berpuasa. Puasa seharian penuh dapat berdampak pada tubuh, terutama pada orang yang menderita kondisi kesehatan tertentu. Jika tidak dirawat dengan baik, beberapa penyakit yang biasa muncul saat berpuasa, seperti masalah pencernaan, dehidrasi, dan yang lain dapat menjadi masalah serius. Oleh itu, sangat penting untuk memahami risiko kesehatan yang mungkin muncul selama bulan Ramadhan agar kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar tanpa mengganggu kesehatan kita. Lalu pernahkah anda mengalami gejala seperti sakit kepala, kelelahan, dan nyeri tiba-tiba saat beraktivitas seperti biasa selama bulan Ramadhan? Apa sebenarnya yang terjadi?  Oleh itu, artikel ini akan membahas beberapa penyakit yang sering dialami saat berpuasa. Yuk simak artikel berikut sampai selesai!

Source: allianz.co.id 

Selama puasa Ramadan, tubuh akan mengalami banyak perubahan karena perubahan dalam pola makan dan pola tidur namun tidak ada perubahan dalam bekerja. Jika tidak memperhatikan kesehatan dengan baik, maka perubahan ini dapat berdampak buruk pada kesehatan kita nantinya.  Berikut beberapa penyakit yang sering muncul dan menyerang saat berpuasa di bulan Ramadhan: 

  1.   Dehidrasi
  • Ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk ke dalamnya, itu disebut dehidrasi. Ini bisa terjadi selama puasa karena tubuh tidak menerima asupan cairan selama sekitar 13 jam, terutama bagi orang yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan. Pusing, mulut kering, kelelahan, dan penurunan konsentrasi semuanya dapat disebabkan oleh dehidrasi sendiri. 

Untuk dapat mencegah dehidrasi adalah dengan cara cukupi kebutuhan cairan saat berbuka maupun berpuasa.

  1. Sembelit
  • Sulit buang air besar dapat disebabkan oleh kekurangan serat dan cairan, yang dapat disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan. Rasa perut yang penuh, keras, dan tidak nyaman adalah gejalanya. Rasa sakit dapat muncul di usus jika keadaan memburuk. Kekurangan serat dan cairan adalah penyebab utama sembelit.

Untuk pencegahan yang tepat ialah dengan konsumsi sayur, buah-buahan, dan biji-bijian tinggi serat serta cukup minum air saat sahur dan beruka puasa.

  1. Sakit Kepala 
  • Ketika puasa, jam makan berubah dan perut tetap kosong untuk waktu yang lama, yang membuat tubuh kekurangan nutrisi untuk metabolisme energi dimana  meningkatkan risiko sakit kepala. Selain itu dehidrasi, kurang tidur, atau penurunan gula darah juga termasuk penyebabnya.

Dalam pencegahan penyakit ini yang tepat adalah dengan tidur cukup, konsumsi makanan bergizi saat sahur, dan hindari kafein.

  1. Asam Lambung
  • Puasa bisa memicu naiknya asam lambung, jika tidak makan sahur dengan tepat, risiko asam lambung bisa meningkat saat puasa, dan jika makan terlalu banyak saat berbuka dapat menyebabkan mual dan nyeri ulu hati.

Untuk mencegah penyakit ini agar tidak kumat saat puasa, maka bisa dicegah dengan hindari makanan pedas, asam, dan berlemak, serta makan dalam porsi kecil.

  1. Sakit Tenggorokkan
  • Karena tenggorokan tidak mendapatkan cukup cairan selama berjam-jam, tenggorokan mungkin kering dan rentan terhadap infeksi dan iritasi, yang dapat menyebabkan sakit tenggorokan.

Untuk mencegah sakit tenggorokkan, hindari makanan pedas dan tetap lembab dengan minum cukup air saat sahur.

  1. Hipoglikemia
  • Hipoglikemia adalah kondisi di mana kadar gula dalam darah di bawah normal, yang dapat menyebabkan gangguan otak dan kesadaran. Ini bisa terjadi saat puasa, terutama jika tidak makan sahur, dan menyebabkan gejala seperti pusing, lemas, gemetar, bahkan pingsan. 

Menjaga asupan karbohidrat kompleks yang seimbang selama sahur dan berbuka dapat membantu mencegah hal ini terjadi.

  1. Kram dan Nyeri Otot
  • Ketika berpuasa, banyak orang mengalami kram otot dan nyeri otot. Ini dapat terjadi karena kekurangan elektrolit seperti kalsium dan kalium, dehidrasi, dan cuaca yang panas.

Mengonsumsi makanan yang kaya akan mineral dan mengonsumsi makanan yang bergizi saat sahur dan berbuka dapat membantu mencegah kram. Selain itu juga bisa dengan cara, tidur cukup selama 7-8 jam sehari, meregangkan tubuh sebelum berolahraga, dan menghindari aktivitas fisik yang berat saat suhu tinggi.

Referensi: primayahospital.com, medcom.id, hellosehat.com, voi.id, idntimes.com

Related Posts

Leave a Reply